Studi Literatur SPC Pengendalian dan Penjaminan Mutu

Studi Literatur

  • Statistical Process Control (SPC)

Bagan kendali mutu, merupakan suatu teknik statistik yang benyak dipergunakan dalam menjamin bahwa suatu proses memenuhi standar. Bagan kendali mutu diperkenalkan oleh Dr. Walter A. Shiwart pada tahun 1920-an. Bagan kendali mutu sangan bermanfaat untuk mengetahui variabilitas yang terjadi dalam suatu proses produksi (Herjanto, 2008).

Variabilitas dapat terjadi secara natural (random) maupun karena faktor assignable causes (nonrandom). Variasi natural adalah variasi yang sudah diperkirakan akan terjadi dalam suatu proses produksi. Proses disebut dalam kendali jika variabilitas yang terjadi karena hal yang bersifat umum atau natural bukan karena hal-hal yang bersifat umum, seperti kerusakan mesin, material yang cacat, atau kesalahan manusia. Bagan kendali dapat mengetahui ada tidaknya variasi yang timbul karena penyebab khusus, sehingga tindakan perbaikan dapat dilakukan untuk memperbaiki proses agar menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan. Variasi tak terkendali (uncontrolled variation) adalah variasi karena sebabsebab khusus (special-cause). variasi yang terjadi bila suatu kejadian tidak normal masuk ke dalam suatu proses dan menghasilkan perubahan yang tidak diharapkan dan tidak diperkirakan sebelumnya. Variasi ini tidak dapat lagi dikaitkan dengan sebab-sebab yang acak atau kebetulan, seperti putusnya aliran listrik, dan mesin yang sudah tidak tersetel dengan baik (Herjanto, 2008).

Statistik proses kontrol dalam proses produksi diterapkan dalam proses quality control (QC). Tujuan dari diadakannya quality control dalam suatu proses adalah sebagai berikut (Narotama, 2014):

  1. Evaluasi produk.
  2. Membandingkan dengan tujuan.

Tujuan yang akan diharapkan dengan adanya quality control dalam suatu proses adalah menjaga dan meningkatan kualitas yang mempunyai efek pada penurunan biaya, berkurangnya pekerjaan berulang, penurunan keterlambatan dan peningkatan penggunaan mesin, Bedasarkan hal tersebut, maka akan berefek pada produktivitas meningkat, pangsa pasar meningkat karena faktor kualitas, harga yang rendah dan jumlah barang yang meningkat, sehingga pada akhirnya akan memberikan efek pada keberlanjutan usaha dan perkembangan perusahaan (Narotama, 2014).

Statistik proses kontrol memiliki beberapa teknik. Berikut ini teknik statistik yang banyak digunakan dalam statistik proses kontrol (Narotama, 2014).

  1. Diagram Kendali,
  2. Diagram Nilai Individu,
  3. Diagram X,
  4. Diagram R,
  5. Diagram P,
  6. Diagram C,
  7. Diagram Pareto (Pareto Chart).

2.1.1    Sejarah Statistical Process Control (SPC)

Terminologi SPC digunakan sejak tahun 1970 untuk menjabarkan penggunaan teknik statistik dalam memantau dan meningkatkan performa proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Pada tahun 1950-an sampai tahun 1960-an digunakan terminologi Pengendalian Kualitas Statistikal (Statistical Quality Control) yang memiliki pengertian sama dengan SPC. Pengendalian proses statistikal merupakan suatu metodelogi pengumpulan data dan analisis data kualitas, serta penentuan dan interpretasi pengukuran-pengukuran yang menjelaskan tentang proses dalam suatu sistem industri, untuk meningkatkan kualitas dari output guna memenuhi kebutuhan dan harga pelanggan. SPC memiliki tujuan utama antara lain (Montgomery, 1991):

  1. Meminimasi biaya produksi.
  2. Memperoleh kekonsistenan terhadap produk dan servis yang memenuhi spesifikasi produksi dan keinginan konsumen.
  3. Menciptakan peluang-peluang untuk semua anggota dari organisasi untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas.
  4. Membantu karyawan management dan produksi untuk membuat keputusan yang ekonomis mengenai tindakan yang akan diambil yang dapat mempengaruhi proses.

2.1.2    Definisi dan Jenis-jenis Data dalam SPC

            Data adalah catatan tentang sesuatu baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif yang dipergunakan sebagai petunjuk untuk bertindak. Data tersebut akan membantu kita mengetahui keadaan sebenarnya dari suatu situasi kemudian dari sanalah dapat diambil suatu keputusan yang tepat berdasarkan pada data tersebut. Berikut adalah dua jenis data dalam konteks SPC tersebut (Gaspersz, 1998):

  1. Data Variabel

Data variabel adalah jenis data kuantitatif yang diukur untuk keperluan analisa. Pengukuran dapat dilakukan dengan berbagai alat ukur untuk menentukan berbagai dimensi seperti panjang, volume, berat, frekuensi, dan lain-lain.

  1. Data Atribut

Data atribut adalah jenis data kualitatif yang dapat dihitung untuk dicatat atau untuk analisa. Data atribut biasanya didapat dalam bentuk unit-unit yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

2.1.3    Alat Statistical Process Control

            Metode yang dapat dipakai untuk meningkatkan kualitas produksi dalam pengendalian proses statistikal adalah gabungan dari berbagai alat yang digunakan secara menyeluruh untuk menyelesaikan masalah yang ada. Pada SPC, alat-alat tersebut biasanya disebut dengan magnificent seven karena alat-alat tersebut berjumlah tujuh alat. Magnificent seven tersebut antara lain (Montgomery, 1991):

  1. Lembar Periksa (Checksheet)

Checksheet adalah alat bantu untuk memudahkan pengumpulan data. Biasanya berbentuk formulir dimana item-item yang akan diperiksa telah dicetak dalam formulir tersebut, agar data dapat dikumpulkan secara ringkas dan cepat. Alat ini dapat digunakan untuk data variabel dan atribut meskipun umumnya banyak digunakan untuk data atribut. Tujuan dibuatnya lembar periksa adalah sebagai berikut:

  1. Memudahkan proses pengumpulan data terutama untuk mengetahui bagaimana suatu masalah sering terjadi.
  2. Mengumpulkan data tentang jenis masalah yang sedang terjadi. Lembar periksa akan membantu memilah-milah data ke dalam kategori yang mempunyai kesamaan.
  3. Menyusus data secara otomatis, sehingga data tersebut dapat dipergunakan secara mudah.
  4. Memisahkan antara opini dan fakta, seringkali kita mempunyai opini bahwa suatu penyebab tidak penting dibandingkan sebab lainnya. Dalam kaitan ini, lembar periksa akan membantu membuktikan apakah opini itu benar atau salah.
  5. Diagram Pareto (Pareto Chart)

Diagram Pareto adalah grafik batang yang menunjukan masalah berdasarkan banyaknya kejadian akibat masalah tersebut. Masalah dengan jumlah yang terbanyak diletakan pada batang pertama paling kiri, dan seterusnya berurutan sampai pada masalah yang paling sedikit terjadi diletakan paling kanan. Dasarnya diagram pareto digunakan sebagai alat untuk:

  1. Menentukan frekuensi relative dan urutan pentingnya masalah atau penyebab masalah-masalah yang ada.
  2. Memfokuskan perhatian pada isu-isu yang kritis dan penting sehingga dapat dibuat suatu prioritas dalam penyelesaian masalah.
  3. Diagram sebab akibat (Fishbone)

Diagram ini dikembangkan oleh Kaoru Ishikawa tahun 1943, diagram ini disebut juga diagram fishbone karena bentuk dari diagram ini memang menyerupai tulang ikan. Setelah suatu masalah diidentifikasi, harus dicari sumber penyebab yang potensial. Dalam hal ini diagram sebab akibat dapat membantu mengidentifikasi penyebab potensial baik yang kelihatan secara langsung maupun tidak langsung.

  1. Histogram

Histogram merupakan diagram berupa grafik balok yang merupakan gambaran dan proses yang menunjukan distribusi dari pengukuran dan frekuensi dari setiap pengukuran tersebut. Histogram dapat memperkirakan kemampuan proses dan jika diinginkan dapat menganalisa hubungan dengan nilai spesifikasi serta nilai target nominal.

  1. Diagram Pencar (Scatter Diagram)

Diagram pencar merupakan cara termudah untuk mencari ada tidaknya hubungan antara dua variabel. selain itu, dengan diagram pencar kita dapat mengetahui jenis hubungan yang ada apakah positif, negatif, atau tidak ada hubungan antara variabel.

  1. Diagram alir (Flowchart)

Diagram alir didefinisikan sebagai suatu metode grafis yang menggambarkan proses yang telah ada, ataupun usulan proses dengan menggunakan symbol yang sederhana, garis, dan kata-kata untuk menunjukan aktivitas serta urutan dalam suatu proses. Diagram alir dapat digunakan untuk:

  1. Memberikan persepsi yang sama kepada semua yang bersangkutan.
  2. Membantu semua yang bersangkutan agar memahami proses dengan lebih baik dan jelas.
  3. Membantu untuk mengidentifikasikan area kritis atau bermasalah serta perbaikan yang dapat dilakukan.
  4. Peta Kontrol (Control Chart)

Peta kontrol merupakan alat utama dari magnificent seven. Peta pertama kali dikemukakan oleh Dr. Walter A. Shewart dari bell telephone laboratories pada tahun 1920, karena itulah peta kendali sering disebut sebagai peta kendali shewart. Peta kontrol terbagi menjadi dua yaitu peta kontrol untuk data variabel dan peta kontrol untuk data atribut.

Sumber:

Herjanto, Eddy. 2008. MANAJEMEN OPERASI (EDISI KETIGA). Jakarta: Grasindo.

http://statistikbisnis.narotama.ac.id/(diakses pada tanggal 23 Oktober 2015)

Montgomery, D. C. 1991. Pengantar Pengendalian Kualitas Statistik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Gaspersz, Vincent. 1998. Statistical Process Control. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Iklan

Kewirausahawan

Kewirausahaan berasal dari bahasa Perancis, yaitu Entrepreneurship yang artinya between taker. Kewirausahaan adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.

Segi etimologi (asal usul kata). Sedangkan ada pendapat yang mengatakan bahwa kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Wirausahawan adalah orang yang melakukan usaha atau kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis.

Tiga jenis perilaku wirausaha yaitu:

1)    Wirausaha yang memiliki inisiatif

2) Wirausaha yang mengorganisir mekanisme sosial dan ekonomi untuk

menghasilkan sesuatu

3)      Menerima resiko atau kegagalan

Kunci penting seorang wirausahawan adalah berpikir kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah putus asa. Karakteristik menurut Mc Clelland:

1)Keinginan untuk berprestasi

2)Keinginan untuk bertanggung jawab

3)Preferensi kepada resiko-resiko menengah

4)Persepsi kepada kemungkinan berhasil

5)Rangsangan oleh umpan balik

6)Aktivitas energik

7)Orientasi ke masa depan

8)Keterampilan dalam pengorganisasian

9)Sikap terhadap uang

Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi :

1)Kemampuan inovatif

2)Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)

3)Keinginan untuk berprestasi

4)Kemampuan perencanaan realistis

5)Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan

6)Obyektivitas

7)Tanggung jawab pribadi

8)Kemampuan beradaptasi

9)Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, yaitu:

1. Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)

n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Contohnya, Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk reward terhadap usaha yang dilakukannya tersebut.

2. Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afi)

Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI). Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Contohnya Seorang yang memiliki keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. 

3. Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)

Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.Contohnya, seorang atasan ingin dapat mengendalikan dan mempengaruhi bawahannya, dimana para karyawannya berperilaku sesuai yang diinginkan oleh atasan tersebut.

Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, yaitu:

1. Kebutuhan akan sumber penemuan.

2. Hobi atau kesenangan pribadi.

3.Mengamati kecenderungan-kecenderungan.

4.Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada.

5.Kegunaan lain dari barang-barang biasa.

6.Pemanfaat produk dari perusahaan lain.

Unsur-unsur analisa pulang pokok yaitu:

1)   Biaya tetap

2)  Biaya variabel

3)  Biaya total

4)  Pendapatan total

5)  Keuntungan

6)  Kerugian

7)  Titik pulang pokok

Waralaba atau Franchising (dari bahasa Perancis untuk kejujuran atau kebebasan) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Jenis-jenis dari waralaba yaitu waralaba luar negeri dan waralaba dalam negeri. Pemasaran langsung adalah proses penyampaian pesan maupun produk kepada pelanggan melalui berbagai medin, seperti media cetak, media komunikasi, media elektronik, media online, dll. Teknik alternatifnya yaitu:

1)  Periklanan terklarifikasi,

2)  Periklanan display,

3)  Kiriman pos langsung,

4)  Katalog penjualan,

5) Pemasaran tanggapan langsung media.

Pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan diantaranya yaitu:

  • Kepemilikan perseorangan, dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang,

sehingga laba yang diterima tidak perlu dibagi-bagi,

  • Kepemilikan kongsi, dimiliki dan dijalankan oleh 2 orang atau lebih,

kepemilikan bersama atas harta, umur perusahaan terbatas, adanya pembagian laba.

Perusahaan perseroan, perusahaan yang memiliki badan hukum, kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimilikinya, kepemilikan perusahaan dapat berpindah tangan, eksistensi relatif stabil.

Tiga alternatif pada saat berakhirnya usaha yaitu:

1)  Likuidasi

2)  Reorganisasi

3)  Rescheduling

Terdapat 3 bentuk kepemilikan bisnis, yaitu kepemilikan perseorangan, kepemilikan persekutuan, dan kepemilikan perseroan terbatas. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

1.Kepemilikan Perseorangan

Perusahaan perseorangan adalah badan usaha yang kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu. Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja atau buruh yang sedikit, dan penggunaan alat produksi teknologi yang sederhana. Keuntungannya antara lain seluruh keuntungan akan diterima oleh pemilik tunggal, organisasi yang mudah, pengendalian penuh, dan pajak yang lebih rendah. Kerugiannya antara lain, pemilik tunggal memegang seluruh kerugian, kewajiban yang tidak terbatas, dana yang terbatas, dan keahlian yang terbatas.

2.Kepemilikan Persekutuan

Perusahaan persekutuan adalah badan usaha atau bisnis yang dimiliki oleh dua orang atau lebih sebagai persekutuan (partnership) yang secara bersama-sama bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis. Para pemilik harus mendaftarkan persekutuan mereka ke negara bagian dan mungkin juga perlu mengajukan izin kerja.

Persekutuan umum (general partnership) memiliki ciri seluruh sekutu akan memiliki kewajiban yang tidak terbatas, jadi semua sekutu akan bertanggung jawab secara pribadi atas seluruh kewajiban perusahaan. Persekutuan terbatas (limited partnership) memiliki ciri kewajibannya dibatasi atas uang atau harta yang telah mereka sumbangkan pada persekutuan. Keuntungannya antara lain, tambahan pendanaan, pembagian kerugian, dan lebih banyak spesialisasi. Kerugiannya antara lain, pengambilan pengendalian, kewajiban yang tidak terbatas, dan pembagian keuntungan.

3.Kepemilikan Perseroan Terbatas

Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham, dimana pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan, sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Keuntungannya antara lain, kewajiban terbatas, akses ke pendanaan, dan perpindahan kepemilikan. Kerugiannya antara lain, biaya organisasi yang tinggi, pengungkapan keuangan, masalah perwakilan, dan pajak yang tinggi.

Penyediaan sumber daya manusia memerlukan 4 langkah yang berurutan, yaitu ketika berbagai posisi menjadi lowong, baik lowongan manajerial maupun non manajerial. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam penyediaan sumber daya manusia.

1.Perekrutan Karyawan

Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewirausahaan setiap kali terdapat posisi yang kosong.

2.Seleksi Calon Karyawan

Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.

3.Pelatihan Karyawan

Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.

4.Penilaian Hasil Kerja

Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.

Seleksi adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut. Tahap-tahap proses seleksi antara lain, penyaringan pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll, wawancara pendahuluan, tes kecerdasan (intelligence), tes bakat (aptitude), tes kepribadian (personality), rujukan prestasi (performance references), wawancara dianostik, pemeriksaan kesehatan, dan penilaian pribadi.

Sumber :

Ahman, Eeng. (2007). Membina Kompetensi Ekonomi. Penerbit : Grafindo Media Pratama, Bandung.

Soeryanto, Eddy. (2009). Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung. Penerbit : Elex Media Komputindo, Jakarta.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaanhttp://adesyams.blogspot.com/2009/09/hakekat-kewirausahaan.html

http://materikuliah-septiana.blogspot.com/2011/03/2-perbedaan-wiraswasta-dan-wirausaha.html

https://gabrielamarcelina.wordpress.com/2012/10/30/tugas-softskill-kewirausahaan-1/

Langkah – langkah perusahaan dalam menerapkan ISO 14001

Cara Mendapatkan Sertifikat ISO

Mungkin bingung, darimana harus memulai proses mendapatkan sertifikat ISO 14000 tentang system manajemen lingkungan. Dalam kenyataanya,  mendapatkan ISO 14000 tidaklah sulit, apalagi bila anda menggunakan jasa konsultan ISO. Berikut ini kami ringkas 18 langkah mudah untuk mendapatkan sertifikat ISO 14000:

  1. Top Manajemen harus memutuskan untuk menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000.
  2. Top Manajemen harus menyiapkan sumber daya yang mumpuni untuk menerapkan keputusan di atas. Persiapan tersebut berupa:
  3. Kebutuhan sumber daya manusia seperti Management Representative atauKordinator ISO dan Tim ISO untuk menyiapkan, menerapkan, memelihara dan mengembangkan sistem manajemen mutudi perusahaan.
  4. Kebutuhan Waktu. Setidaknya lakukan pertemuan Tim ISO 2 jam perhari atau bisa digabung menjadi sehari dalam seminggu untuk 3 bulan pertama penerapan guna memastikan semua persyaratan ISO dipenuhi.
  5. Kebutuhan Biaya untuk konsultan ISOdan Sertifikasi ISO 14000
  6.  Bentuklah tim yang minimal terdiri dari dua orang dari setiap divisi (dari tingkatan atas atau kepala  dan bawah atau staf  kemudian tunjuklah salah seorang dari kepala tersebut sebagai Management Representative atau Kordinator ISO. Penunjukkan Management Representative memang dipersyaratkan oleh standar ISO 14000. Untuk kelancaran penerapan ISO, pastikan Management Representative adalah karyawan yang paling mengerti proses bisnis perusahaan dan disegani oleh semua pihak.
  7. Buatlah rencana training. Training pengenalan ISO 14000 untuk semua karyawan. Training sistem dokumentasi ISO 14000 untuk tim ISO dan training audit internal untuk tim ISO. Hubungi Multiple Training & Consulting (Konsultan ISOyang handal) untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
  8. Bandingkan sistem yang sudah berjalan di perusahaan anda dengan standar Sistem Manajemen Lingkungan ISO14000. Analisis apa saja persyaratan ISO yang belum anda terapkan.
  9. Rumuskan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu (target pekerjaan) setiap divisi yang ada di perusahaan anda. Buatlah target yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Time Target)
  10. Rumuskan 6 prosedur wajibyang dipersyaratkan ISO 14000 yaitu prosedur pengendalian dokumen, prosedur pengendalian rekaman mutu, prosedur pengendalian produk tidak sesuai, prosedur tindakan perbaikan, prosedur tindakan pencegahan, dan prosedur audit internal
  11. Rumuskan prosedur kerja untuk setiap divisi. Bagi proses atau kegiatan yang harus dikontrol maka sebaiknya dibuatkan prosedur. Contoh prosedur kerja: Prosedur Penerimaan Karyawan, Prosedur Perencanaan Produksi, Prosedur Penyimpanan Barang, Prosedur Pelaksanaan Survey Kepuasan Pelanggan, dsb.
  12. Untuk proses-proses yang dianggap rumit dan membutuhkan penjelasan detail, maka buatlah Instruksi Kerja (bila perlu disertai gambar ilustrasi).
  13. Lengkapi prosedur kerja dan instruksi kerja tersebut dengan form isian. Form isian merupakan bukti bahwa prosedur tersebut dijalankan. Contoh form antara lain form serah terima barang, form evaluasi karyawan, form purchase request, form purchase order, dll.
  14. Buatlah pedoman mutu yang berisi panduan penerapan ISO di perusahaan anda
  15. Terapkan sistem manajemen mutu yang anda kembangkan setidaknya 3 bulan untuk memastikan semua prosedur yang telah ditetapkan, dimengerti dan dijalankan sepenuhnya oleh semua karyawan.
  16. Laksanakan training audit internal untuk tim ISO
  17. Jalankan audit internal pertama yang dilakukan oleh auditor internal yang telah mengikuti training. Auditor internal akan mengaudit seluruh divisi di perusahaan anda dan memeriksa kesesuaian dan ketidaksesuaian perusahaan anda dengan standar ISO atau prosedur dan kebijakan yang ditetapkan.
  18. Hubungi badan sertifikasi untuk mengajukan audit sertifikasi. Setidaknya anda harus menghubungi badan sertifikasi 1 bulan sebelum tanggal audit yang anda inginkan.
  19. Laksanakan rapat tinjauan manajemen yang dipimpin langsung oleh Top Manajemen untuk memastikan semua persyaratan ISO telah diimplementasikan.
  20. Badan Sertifikasi akan mengaudit anda dalam 2 stage; (1) Initial Audit dan (2) Main Audit. Pastikan Tim ISO anda telah siap.
  21. Selamat! Kini, sertifikat ISO14000 sudah di tangan anda. Jangan lupa untuk menampilkan logo sertifikasi di kartu nama, kop surat, kemasan luar produk untuk meningkatkan brand imageanda di mata pelanggan

Sertifikat ISO 14000 dikeluarkan oleh lembaga yang disebut badan sertifikasi.Badan sertifikasi yang eksis di Indonesiacukup banyak. Sebut saja diantaranya Sucofindo, SGS, BVQI, Lloyd, DQS, MSA,  dll. Terdapat dua syarat untuk mendapatkan sertifikat ISO yaitu telah menerapkan system manajemen manajemen lingkungan sekurang-kurangnya tiga bulan, dan telah lulus audit.
Setelah organisasi anda menerapkan ISO 14000 sekurang-kurangnya 3 bulan, anda boleh mengajukan diri untuk diaudit ke badan sertifikasi yang dipilih. Badan sertifikasi akan meminta anda untuk mengirimkan sertifikat ISO seperti  pedoman lingkungan, kebijakan lingkungan, sasaran lingkungan, 6 prosedur wajib, prosedur kerja departemen/bagian. Anda juga diminta untuk mengirimkan bukti pelaksanaan internal audit dan rapat tinjauan manajemen.

Lamanya waktu audit ditentukan oleh ruang lingkup dan bidang pekerjaan anda. Biasanya, audit dilakukan dalam 2 stage; stage 1 untuk memeriksa pemenuhan persyaratan dokumentasi, stage 2 untuk memeriksa pemenuhan persyaratan implementasi.Organisasi anda dinyatakan lulus jika tidak ada temuan yang bersifat majour (fatal). Temuan yang bersifat majour terjadi karena adanya sistem yang tidak berjalan sama sekali atau ada persyaratan ISO 14000 yang tidak diterapkan tanpa alasan. Temuan lain disebut minor dan observasi. Temuan minor terjadi bila organisasi anda hanya tidak konsisten dalam menjalankan sistem atau hanya sebagian persyaratan yang diterapkan dari yang seharusnya.Adapun temuan observasi hanya bersifat saran-saran perbaikan.Temuan minor dan observasi tidak menyebabkan kegagalan melainkan hanya perlu perbaikan-perbaikan.Anda diwajibkan untuk melakukan perbaikan terhadap temuan-temuan yang disampaikan terlebih dahulu sebelum proses pencetakan sertifikat. Setiap badan sertifikasi memiliki lama waktu pencetakan sertifikat yang berbeda-beda mengingat ada beberapa badan sertifikasi yang menginduk ke luar negeri.Pengalaman kami, waktunya berkisar antara 2 minggu sampai 1 bulan.

Sertifikat ISO 14000 berlaku untuk 3 tahun. Setelah 3 tahun, anda akan diaudit re-sertifikasi. Dalam masa 3 tahun, anda akan diaudit dalam periode tertentu (6 bulan sekali atau setahun sekali) yang disebut dengan surveilance audit
Biaya sertifikasi ISO 9001 berbeda-beda tergantung bidang pekerjaan dan besar organisasi anda. Setiap badan sertifikasi memiliki standar harga yang berbeda-beda. Namun yang jelas, ada 2 komponen biaya yang harus anda bayar yaitu biaya audit sertifikasi yang dikeluarkan diawal dan biaya audit surveillance.

Catatan:

– Badan Sertifikasi akan mengeluarkan sertifikat bila perusahaan anda dinilai tidak melakukan kesalahan fatal (majour finding) yang biasanya diakibatkan adanya salah satu klausul yang tidak diterapkan

– Setelah audit sertifikasi, Badan Sertifikasi akan melakukan surveillance audit yang dilakukan secara rutin enam bulan atau setahun sekali

Sumber Refrensi : http://amazonfile.blogspot.com/2013/04/sejarah-iso-14000.html

 

Perusahaan yang menerapkan ISO 14001

Berikut merupakan daftar salah satu perusahaan yang memiliki sertifikat iso 14001 

Kategori Industri

Nama perusahaan

Alamat Perusahaan

Fabrikasi Konstruksi Baja.

PT AMARTA KARYA

Jl Veteran No 112 ,
Bekasi 17141

Cable, Steel

PT.Krakatau Steel

Jl. Industri No. 5 P.O. Box 14
Cilegon – Banten 42435
Indonesia

Electronik/mesin

PT. Komatsu Indonesia.Tbk

Jalan Raya Cakung, Cilincing Km 4, Jakarta 14140, Indonesia
TEL : 62-21-440-0611 / FAX : 62-21-440-0615

Elecatronik/mesin

PT.Omron Manufakturing Ind

EJIP Industrial Park, Plot 5C, Cikarang Selatan, Bekasi, 17550, Indonesia

Electronik/mesin

PT. Sanyo jaya

Jl. Raya Jakarta Bogor Km. 35, Cimanggis,Bogor 16951 Jawa Barat,Indonesia

Electronik/mesin

PT. LG electronik indonesia

BlokG
Kawasan MM2100 CIBITUNG-
BEKASI 17520

Electronik/mesin

PT. Showa indonesia manufakturing

Cikarang Plant (Office & Factory)
Jl. Jababeka VI Kav. 28 – 36
Jababeka Industrial Estate, Cikarang Bekasi

Cable/steel

PT. Kabel metal indonesia

Jl. Bekasi Raya Cakung Barat East Jakarta 13910

Cable

PT. Voksel electric Tbk

Jl. Raya Narogong Km.16,

Cileungsi, Bogor 16820 – Indonesia

Electronik/mesin

PT.SKF indonesia

Jl. Tipar-Inspeksi Cakung Drain
Cakung Barat
Jakarta 13910

1. PT. AMARTA KARYA

Keberadaan PT AMARTA KARYA seperti saat ini tidak terlepas dari sejarah berdirinya yang cukup panjang. Menjelang tahun 1960 NV Lindeteves Stokvis dan Fa. De Vri’es Robbe keduanya berkedudukan di semarang, melakukan penggabungan / merger menjadi NV Constructie Werk Plaatsen De Vri’es Robbe Lindeteves, disingkat “Robbe Linde & Co” yang bergerak dalam bidang usaha Fabrikasi Konstruksi Baja.

Pada tahun 1962 Perusahaan ini dinasionalisasi menjadi Perusahaan Negara dengan nama PT AMARTA KARYA dengan bidang usaha yang sama. Pada tahun 1972, status PN AMARTA KARYA diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) PT AMARTA KARYA, yang berkedudukan di Jakarta. sejak itu perusahaan meluangkan bidang usahanya ke dalam konstruksi bidang sipil, elektrikal dan mekanikal, disamping konstruksi baja yang sejak awal sudah merupakan core business-nya.

Sedangkan dalam usaha meningkatkan pelayanan untuk memenuhi kepuasan Pelanggan secara berkesinambungan, telah dilakukan upaya-upaya peningkatan pemahaman dan penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, yang merupakan peningkatan dari ISO 9001:2004 yang sertifikatnya telah diperoleh sejak tahun 1996. Saat ini Perusahaan juga telah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja OHSAS 18001:2007.

http://www.amartakarya.co.id/sejarah.html

http://indonesia.go.id/in/bumn/pt-amarta-karya/8736-pt-amarta-karya

2. PT.Krakatau Steel

PT.Krakatau Steel telah menerapkan sistem manajemen lingkungan yaitu ISO 14001. PT.Krakatau Steel juga telah banyak memiliki serfikat stndar ISO yang lain serta srtifikat penghargaan dari bermacam lembaga diantaranya  : ertificates of ISO 9001, ISO 14001, SNI, JIS Marking, Lloyd Register, BKI, Germanischer Lloyd dan lain.

http://www.krakatausteel.com/?page=content&cid=78

3. PT. Komatsu Indonesia.Tbk

Komatsu Indonesia. Tbk juga telah menerapkan sistem ISO 14001 pada perusahannya. Hal ini terlihat dari sertifikat yang dimiliki diantaranya ISO 14001 Certification for Environment Management System,

 

http://www.komi.co.id/ourcompany/subdetail/?sub=17&n=2

http://www.komatsu.com/CompanyInfo/profile/group/detail.cgi?name=PT%20Komatsu%20Indonesia%20%20[KI]

4. PT.Omron Manufakturing Ind

PT.Omron Manufakturing Ind juga telah menerapkan sistem ISO 14001 pada perusahannya. Hal ini terlihat bermacam-macam sertifikat yang dimiliki yang dapat dilihat pada  ISO 14001 Certification Sites. Dari perusahaan tersebut

http://www.omron.com/about/csr/environ/eco_management/eco_iso/data_iso_point.html

5. PT. Sanyo jaya

Sanyo jaya juga telah menerapkan sistem ISO 14001 pada perusahannya. Hal ini terlihat bermacam-macam sertifikat yang dimiliki yang dapat dilihat pada The list of ISO 14001 Certification Sites. Dari perusahaan tersebut

 

http://bukualamat.com/sanyo-jaya-components-indonesia-pt.html

6.PT. Showa indonesia manufakturing

 

Showa indonesia manufakturing telah menerapkan sistem ISO 14001 pada perusahannya. Hal ini terlihat bermacam-macam sertifikat yang dimiliki yang dapat dilihat pada Managegement Certificatoin, yaitu pada mendapatkan ISO 9002: 1994 (1997), ISO 9001: 2002 (2002), ISO 14001: 1996 (2000) ISO 14001: 2004 (2005), SMK3-Gold Category (2003), SMS Integration- Join Certification (2003), OHSAS- 18001: 1999 (2006), ISO 17025: (2008).

 

http://www.showa.co.id/s_contents.php?id_language=2

http://www.showa.co.id/

7.PT. Kabel metal indonesia

Kabel metal indonesia telah menerapkan sistem ISO 14001 pada perusahannya. Hal ini terlihat bermacam-macam sertifikat yang dimiliki yang dapat dilihat pada ISO Certification diantaranya SMK3 PER.06/MEN/1996, ISO 14001 ENVIRONMENTAL SYSTEM, ISO 9001 QUALITY ASSURED FIRM, serta OHSAS 18001 HEALTH & SAFETY MANAGEMENT SYSTEM.

 

http://kmiwire.com/

http://www.coorde.com/map/jakarta/22602/PT-Kabel-Metal-Indonesia-Jl-Bekasi-Raya.html

8.PT. Voksel electric Tbk

Voksel electric Tbk telah menerapkan sistem ISO 14001 pada perusahannya. Hal ini terlihat bermacam-macam sertifikat yang dimiliki yang dapat dilihat pada Company History perusahaan perjalanan panjang dari tahun 1971, dan sampai pada tahun2010 perusahaan ini mendapatkan ISO 14001 dan OHSAS 18001.

 

http://www.voksel.co.id/en/pages/detail/office-factory

http://www.voksel.co.id/en/pages/detail/company-history 

9.PT.SKF indonesia

PT.SKF indonesia telah menerapkan sistem ISO 14001 pada perusahannya. Hal ini terlihat bermacam-macam sertifikat yang dimiliki yang dapat dilihat pada Environmental Management System-ISO 14001.

http://www.skf.com/group/our-company/environmental-care/manufacturing-processes/management-system/index.html

http://www.skf.com/id/in/our-company/skf-locations-global/index.html

10. PT. LG electronik indonesia

LG electronik indonesia PT. LG electronik juga telah menerapkan sistem ISO 14001 pada perusahannya. Hal ini terlihat bermacam-macam sertifikat yang dimiliki yang dapat dilihat Pada tahun 2004 mendapatkan serfifikat ISO 14001, 2007 mendapatkan OHSAS 18001, dan tahun 2008 mendapat sertifikat ISO 9001,

 

http://www.certipedia.com/quality_marks/1104000442?locale=en

Sumber: http://ozifachrur.blogspot.com/2015/04/sebutkan-10-nama-perusahaan-yang.html

Biodata Diri

Data Pribadi

  1. Nama                                                              :Budianto
  2. Umur                                                  :20 tahun
  3. Jenis kelamin                                                :Laki-laki
  4. Agama                                               :Islam
  5. Tempat, Tanggal Lahir                         :Jakarta, 18 Mai 1994
  6. Hobi                                                  :Futsal, games, baca
  7. Cita-cita                                             :Membahagiakan kedua orangtua.
  8. Warga negara                                     : Indonesia

Latar Belakang Pendidikan

Periode                Sekolah/Institusi/Kampus

1998-2000                  Tk Al-Fadillah

2000-2006                 SDn Kota Baru IV Bekasi Barat

2006-2009                 SMPn 13 Kota Baru Bekasi Barat

2009-2012                  SMKn 1 Kota Bekasi Jurusan Teknik Pemesinan

2012-Sekarang            Universitas Gunadarma Jurusab Teknik Industri

Pengalaman Organisasi

  1. Seksi Humas PMR (Palang Merah Remaja) SMPn 13 Kota Bekasi periode 2008-2009
  2. Anggota Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Gunadarma.

Prestasi yang membanggakan orang tua

            Membanggakan orang tua merupakan suatu kewajiban bagi seorang anak. Pada umumnya seorang anak pun pastinya ingin membuat orang tuanya bangga. Berikut merupakan hal yang menurut saya dapat membuat kedua orang tua saya bangga. Sewaktu sekolah di SMP saya mampu masuk dikelas unggulan dan di kelas unggulan tersebut saya pun masih dapat mempertahankan peringkat saya yaitu 7 besar walau hanya 7 besar namun itu terjadi dikelas unggulan dan cukup bergengsi menurut saya. Selanjutnya adalaah ketika saya mampu masuk SMKn 1 Kota Bekasi denga sekolah yang cukup ternama dibekasi khususnya disekolah kejuruan di jurusan Teknik Pemesinan, ketika itu saya masuk 8 besar dari keseluruhan calon siswa yang mendaftar, dan selama saya bersekolah di SMKn 1 Kota Bekasi selalu mendapat peringkat 10 besar. Hingga akhirnya suatu ketika ikut lowongan penerimaan kerja di perusahaan ternama dan saya pun diterima namun suatu ketika saya pun juga mendapat undangan dari Universitas Gunadarma dengan program potongan biaya kuliah, berada diantara dua pilihan saya pun memilih kuliah di Universitas Gunadarma dengan anggapan dapat meringankan biaya orang tua. Sampai saat ini saya yakin orang tua saya masih bangga terhadap apa yang saya lakukan, saya pun berjanji pada diri ini agar tetap membuat mereka bangga terhadap hal yang saya lakukan sampai akhir hayat saya nanti. Sekian, wassalamualaikum.